Ragam Media Kolam Budidaya Ikan Lele (Analisis Keunggulan dan Kekurangan)

Ikan Lele

komoditas air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia,ikan lele merupakan ikan dari family Clariidae yang memiliki tubuh licin dan berkumis. Banyak pembudidaya ikan mulai memusatkan perhatiannya terhadap bisnis ikan lele tersebut,ikan lele dinilai mudah dalam pemeliharaan,memiliki keuntungan yang menjanjikan dan dapat dibudidaya di lahan terbatas (kolam tanah,beton,terpal dan drum).hal ini diimbangi minat masyarakat terhadap kebutuhan ikan lele tiap tahun menunjukan grafik meningkat.

Untuk menjadi pembudidaya ikan lele sukses ,khusus untuk pemula dan akan terjun menekuni bidang budidaya ini pastikan ini menjadi tahapan terpenting untuk kedepannya,ada banyak faktor memperngaruhi tingkat keberhasilan pembudidaya tawar ini antara lain; Penentuan media,jenis ikan lele,alternatif pakan dan akses pemasaran.

Baca Juga Artikel Terkait:

Jenis-Jenis Kolam Budidaya Ikan Lele

terdapat empat jenis kolam budidaya ikan lele yang umumnya banyak dilakukan petani ikan lele pada khususnya di setiap daerah di Indonesia,terdapat analisis keunggulan dan kekurangan setiap media kolam yang akan dijadikan media pertumbuhan baik budidaya pembibitan maupun budidaya pembesaran,sehingga sahabat pertanian bisa memilah-milah,media kolam apa"yang baik digunakan untuk berbudidaya ikan lele.

Kolam Tanah

merupakan media yang hampir 90 persen badan media kolam budidaya ikan lele tertutupi oleh tanah disetiap dindingnya.
Keunggulan

  • Pengeluaran biaya budidaya lebih bisa ditekan seminimal mungkin.
  • Mengurangi tingkat stress pada ikan karena sesuai dengan habitat asli kondisi dialam liar.
  • Mengurangi biaya pakan kerena pakan sejenis cacing tanah sangat alami dapat tumbuh sendirinya.

Kekurangan

  • Memerlukan tanah cukup luas sebagai media budidaya.
  • Kondisi cuaca yang berubah sulit untuk dikontrol(hujan tinggi,perubahan suhu air dan tanggul dinding kolam rusak).
  • Terdapat hama alami sebagai predator (biawak,ular,burung elang,dll).
  • Lebih rentan terserang penyakit.
  • Mempersulit dalam proses seleksi (sortir) ukuran ikan lele tersebut,kerena ikan lele besar akan menjadi predator bagi ikan lele yang kecil sifat ikan lele yang omnivora (pemakan segala makanan).
  • Mempersulit dalam proses panen karena lele kebanyakan bersembunyi di lumpur.
  • Mengurangi nilai harga jual karena ikan lele tersebut berbau lumpur.
Kolam Tanah

Kolam Tanah

Kolam Terpal

adalah kolam yang bagian dasar & sisi-sisi dindingnya dilapisi oleh terpal. Bagian pondasi kolam (dasar & dinding) dapat terbuat dari tanah,bambu,bata namun dilapisi oleh terpal. Kita harus berhati-hati dalam memilih terpal, karena ada banyak jenis terpal yang dijual di pasaran, ada yang tebal, tipis, permukaan licin, kasar, dll. Namun yang sebaiknya digunakan adalah yang memiliki kerapatan tinggi, salah satu cirinya adalah permukaannya licin & saat digaruk dengan kuku tidak berbekas di permukaannya. Jadi yang perlu diperhatikan disini adalah kerapatannya bukan ketebalannya. Tebal namun air dapat bocor maka percuma saja sebab akan merepotkan nantinya. Ukuran terpal yang dijual pun bermacam-macam, bisa dipesan sesuai dengan ukuran kolam kita.

Keunggulan 

  • Lebih murah dibanding kolam beton.
  • Dapat langsung digunakan setelah terpal terpasang, tidak seperti beton yang harus dikompos. dahulu hingga lumut dapat tumbuh (+ 1 bulan)
  • Terhindar dari pemangsaan ikan liar atau pun hama lainnya
  • Relatif lebih tahan terhadap penyakit
  • Memudahkan penggantian air pada saat panen & persiapan kolam baru6
  • Lele yang dihasilkan terlihat bersih dan tidak berbau lumpur
  • Dapat diterapkan di lahan terbatas
  • Kelangsungan hidup (Survival Rate) ikan lele yang dipelihara di kolam terpal lebih tinggi, bisa mencapai 95%.

Kekurangan 

  • Sedikit lebih mahal dibanding kolam tanah
  • Terpal memiliki umur penggunaan, apabila rusak maka kita harus menggantinya minimal 5 kali penggunaan.
  • Mudah rusak atau mudah bocor.

Baca Juga Artikel Terkait:

Kolam Terpal

Kolam Terpal

Kolam Beton

adalah kolam yang bagian dasar kolam  dan pematangnya di beton sehingga tidak mudah rusak (permanen). Untuk kolam dengan luasan 100 m², lebar pematang cukup dibuat dengan lebar 30-40cm dengan ketingian 1-1,5m.

Keunggulan

  • Memiliki masa penggunaan yang lebih lama dibandingkan dengan kolam terpal memiliki struktur bangunan kokoh dan mampu bertahan hingga 5-10 tahun.
  • Lebih efisien biaya perawatan perbaikkan kolam.
  • Mampu mengontrol perubahan suhu sehingga ikan lele tidak mudah stress.
  • Pengaturan air lebih terjaga.

Kekurangan

  • Membutuhkan biaya relatif besar atau  mahal diawal budidaya ikan lele tersebut.
  • Kolam lebih permanen dan tidak bisa dipindah-pindah.
  • Kolam cendreung berbau semen,hal ini akan membuat ikan lele rentan stress.sehingga adanya perlakuaan untuk menetralkan dengan air kelapa selama dua minggu untuk menghilangkan bau semen tersebut.
  • Mudah tumbuh lumut didasarkan kolam.
Kolam Beton

Kolam Semen

Kolam Drum

adalah kolam yang sebagian besar keseluruhan bidang permukaanya terbuat dari plastik atau besi hasil pembuatan pabrik.

Keunggulan

  • Memiliki masa pengunaan relatif lebih lama.
  • Perubahan suhu mudah untuk dikontrol.
  • Bisa dipindah-pindah karena menyimpan debit air yang tidak banyak dibandingan dengan kolam terpal.
  • Memudahkan pengawasan terhadap hama dan penyakit setiap waktu menggangu ikan yang tengah dibudidayakan.

Kekurangan

  • Biaya dikeluarkan diawal budidaya cendrung lebih mahal.
  • Kapasitas ikan budidaya lebih sedikit dibandingan dengan kolam terpal.
Kolam Drum

Kolam Drum

Baca Juga Artkel Terkait Lainnya:

 

author

Leave a reply "Ragam Media Kolam Budidaya Ikan Lele (Analisis Keunggulan dan Kekurangan)"