Panduan Teknis Budidaya Kopi Robusta (Coffea Robusta.L)

4 comments 958 views

Tanaman Kopi

merupakan jenis Tanaman Perkebunan paling strategis menempatkan Indonesia sebagai negara produsen kopi ketiga(3) dunia. Tanaman kopi masuk ke Indonesia tidak terlepas dari sejarah panjang dan campur tangan penjajah Belanda di Indonesia, tanaman yang bisa dipanen setelah mencapai umur 3-4 tahun,tergolong jenis perdu yang berasal dari negara Afrika. Terdapat Tiga (3) jenis kopi memiliki nilai komersial dan banyak dibudidayakan dan dikembangkan antara lain kopi; Arabika, Robusta dan Luwak.

Baca Juga Artikel Terkait:

Budidaya Kopi Robusta

Tanaman Kopi Robusta

Tanaman Kopi Robusta

Baca Juga Artikel Terkait:

Syarat Tumbuh

  • Tumbuh optimal di daerah Tropis.
  • Tumbuh ideal pada ketinggian 800-1500 meter dpl.
  • Struktur tanah gembur dan kaya bahan organik.
  • Curah hujan optimal 2.000-3.000 mm/tahun.
  • Suhu udara optimal 21˚C-24˚C.
  • Keasaman tanah (pH) ideal 4,5-4,6.

Persiapan Bibit

  • Perbanyakan bibit kopi robusta dilakukan dengan 2 cara yaitu perbanyakan secara Generatif (biji) dan Vegetatif (batang dan daun melalui okulasi dan kultur jaringan),apabila ragu mengetahui asal-usul indukan,bibit bisa beli melalui Balai Penelitian Perkebunan Kopi, yang menyediakan sumber biji kopi teruji dan tersertifikasi asal-usul indukan, Namun umumnya petani kopi mengunakan cara generatif yang terbilang sederhana (simple) dan hemat biaya (ekonomis) meski, memiliki kelemahan salah satu tidak 100% memiliki sifat unggul dari indukan.
  • Teknis persiapan bibit dimulai dengan memilih calon bakal bibit dari kebun indukan yang sehat,berproduksi ≥ 4-5 kali, toleran terhadap hama dan penyakit tanaman. Bibit kopi robusta dipetik dari kebun bibit,yakni bibit kopi telah masak fisiologis (merah), kemudian dikelupas untuk memisahkan antara kulit dan biji,dan menyisakan kulit tanduk yang selanjutnya bibit dicuci dan dikeringkan anginkan tidak terkena sinar matahari untuk dilakukan kegiatan persemaian (perkecambahan biji kopi) selama 2,5 bulan dengan media tanah dan pasir,berukuran panjang 10 cm x lebar 120 cm x tinggi 35 cm yang ditutupi oleh potongan jerami atau alang-alang kering dan ternaungi.
  • Setelah melalui tahapan perkecambahan biji kopi memasuki tahapan pembibitan,yang dimulai dengan mempersiapkan polibeg berukuran (25 cm x 40 cm) yang berisi media campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan (2:1) diikuti dengan memasukan biji kopi telah berkecambah secara hati-hati ke dalam polibeg tahapan pembibitan berlangsung 5-6 bulan lamanya sebelum dipindah ke lapangan.

Persiapan Lahan

Kegiatan persiapan lahan tanaman kopi dimulai dengan mempersiapkan area tanam pembudidayaan dengan cara membersihkan, meratakan sekaligus memgemburkan dari semak belukar (rumput berkayu), alang-alang melalui tahapan; manual (cangkul) dan mekanis (bajak traktor),penerapan jenis kegiatan sesuaikan dengan luasan area,hal ini bertujuan untuk memaksimalkan setiapkan tahapan kegiatan yang memerlukan biaya.

Penanaman pohon pelindung (bayang) bertujuan untuk sebagai pelindung,mengurangi intensitas langsung ke tanaman (fase kritis 1-2 tahun),menjaga kelembapan,dan menjadi bahan pupuk organik. pohon pelindung digunakan jenis lamtoro karena pohon lamtoro tidak bersifat sebagai pesaing bagi tanaman utama dalam mendapatkan unsur hara.

Teknis penanaman lamtoro dilakukan 2-3 bulan sebelum bibit kopi robusta ditanam di lapangan dengan pola tanam berpagar ganda (membentuk titik segi empat),hal ini untuk memudahkan kerja pohon lamtoro lebih efektif untuk menuangi bibit kopi awal penanaman yang selanjutnya, diikuti membuat lubang berukuran panjang,lebar dan tinggi (40 cm x 40 cm x 40 cm) sebelum 1-2 minggu dilakukan kegiatan penanaman bibit kopi ke lapangan dengan jarak tanam (2,5 m x 2,5 m).

Persiapan Tanam

Persiapan tanaman bibit kopi robusta dimulai dengan menyeleksi (sortasi) bibit mati, cacat dan terkena HPT (hama dan penyakit tanaman) yang telah berumur 5-6 bulan dibedengan kriteria tersebut tidak dibawa ke area penanaman.

Peralatan yang digunakan untuk kegiatan penanaman antara lain; cangkul,pisau dan linggis telah siap di lokasi. Bibit kopi robusta diletakan tepat didepan lubang tanam secara keseluruhan.

Waktu penanaman diusahakan pagi hari dengan kondisi cerah dan memasuki awal musim penghujan dengan jarak tanam (2,5 m x 2,5 m) dengan jumlah populasi bibit 1600 bibit/hektar. Teknis penanaman bibit dimulai dengan merobek polibeg yang dikuti dengan penanaman hingga batas leler akar, kemudian tutup dan padatkan kembali.

Pemeliharaan Tanaman Kopi

Penyulaman kegiatan penyulaman yaitu menganti tanaman yang mati dilokasi tanam dengan tanaman yang baru,penyulaman dilakukan tidak lebih 1 minggu setelah tanam dengan tanaman baru yang memiliki umur yang tidak jauh berbeda,hal ini untuk memudahkan dalam panen serentak atau seragam.

Penyiangan Kegiatan penyiangan dilakukan dengan mengurangi sejumlah gulma (rumput liar) yang bersifat sebagai pesaing dan menggangu pertumbuhan bibit kopi dengan cara mengkoret dengan cangkul dan penyemprotan pestisida jenis herbisida (racun rumput).

Pembumbunan Kegiatan pembumbunan dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyiangan, pembumbunan adalah kegiatan menaikan sejumlah massa tanah 10-15 cm,tepat di sekitar tanaman kopi yang bertujuan untuk mengemburkan tanah.

Pemupukan Pemupukan dilakukan 2 bulan setelah penanaman,dan umumnya kegiatan pemupukan dilakukan setelah kegiatan penyiagan berlangsung. Dosis pemupukan pada tanaman kopi tergantung berdasarkan umur tanam dengan penggunaan pupuk anorganik seperti : Urea, SP-36 dan KCL. Untuk tanaman umur 1 tahun (dosis/gram/tanaman/hektar) (50 gr/50gr/40gr),umur tanam 2 tahun (100gr/100gr/80gr),umur tanam 3 tahun (150gr/100gr/120gr),umur tanam 4 tahun (200gr/100gr/160gr) dan umur tanam 5 tahun (300gr/150gr/250gr). Pemupukan dapat dilakukan dengan cari ditabur atau dibenam dengan membuat larikan untuk memudahkan pemupukan.

Pemangkasan Pohon Pelindung. Kegiatan pemangkasaan dimulai, apabila pertumbuhan pohon pelindung telah lebat atau rimbun. Tujuan pemangkasaan untuk mengantur pertumbuhan pembayang dalam hal ini lamtoro,mengatur intensitas sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik.

Pemangkasan Tanaman Kopi dapat dilakukan setalah tanaman memiliki sistem percabangan yang kuat dan berumur 4-5 tahun,dengan ketinggian 1.8 cm -250 cm hal ini bertujuan untuk memperolah cabang buah baru,merangsang pembentukan bunga,membuang cabang tidak produktif dan terserang HPT. Terdapat 3 (tiga) pemangkasan tanaman kopi antara lain; pemangkasan bentuk,pemangkasaan produksi dan pemangkasaan rejuvinasi(peremajaan).

Baca Juga Artikel Terkait:

Panen Kopi

Panen buah kopi robusta dapat dilakukan setelah tanaman memasuki umur tanam 3-4 tahun,tergantung jenis varietas yang dipilih. Siklus panen kopi robustadapat dilakukan setelah 8-9 bulan dari tahapan pembungaan.

Panen kopi robusta umumnya dilakukan 2 kali dalam setahun yang dilakukan secara bertahap,dengan istilah musim buah selang (febuari-maret) dan musim buah besar (april-september). Ciri buah kopi yang telah masak secara fisiologis buah berwarna merah.

Teknis pemutilan buah yang baik dan berkualitas buah seutuhnya merah hal ini,karena buah masak merah telah bernas atau seutuhnya 100 % kopi yang dimasukan kedalam ginjar atau keranjang bambu,yang kemudian dikumpulkan menjadi satu didalam karung.

Baca Juga Artikel Terkait:

author
  1. author

    muhamad hilaludin3 months ago

    Info tentang Kopi nya sangat bermanfaat. Untuk Info lebih lanjut kunjungi Citra Karya Coffe

    Reply
    • author
      Author

      sahrizal2 months ago

      terimakasih informasi semoga bisa bermanfaat.

      Reply
      • author
        Author

        sahrizal2 weeks ago

        Amin semoga bisa menjadi inspiratif bacaan untuk semua.

        Reply
    • author
      Author

      sahrizal2 weeks ago

      siip gan’s

      Reply

Leave a reply "Panduan Teknis Budidaya Kopi Robusta (Coffea Robusta.L)"