Panduan Teknis Menanam Jambu Air (Euginia aquae.Burn) Untuk Pemula

Jambu Air

Merupakan jenis buah-buahan Tanaman Hortikultura yang memiliki rasa manis mengandung gula dan vitamin C yang baik dalam membentuk energi tubuh dan sistem imun tubuh yang baik bagi kesehatan bagi setiap yang mengkonsumsinya. Jambu air adalah tanaman yang berasal dari Indo Cina dan Indonesia yang tersebar ke Malaysia dan Pulau Pasifik beriklim Tropis,jenis tanaman umumnya ditanam sebagai tanaman keluarga di lahan pekarangan rumah.

Baca Juga Artikel Terkait:

Peluang Usaha Agribisnis

Jambu air dikategorikan sebagai buah memiliki potensial tinggi,hal ini karena belum banyak pembudidaya tanaman hortikultura melirik jenis tanaman yang satu ini,sifat terbatas dari buah jambu air dan menjadi masalah penting untuk selalu dipecahkan adalah jenis buah ini mudah sekali busuk. peluang usaha agribisnis jambu air tidak terbatas dari pemanfaatan hasil buahnya saja,akan tetapi dari segi perbanyakan tanaman untuk menjadikan tanaman keluarga menjadi salah satu opsi terbaik.  Terdapat dua jenis jambu air yang banyak di tanam dan memiliki nilai ekonomis tinggi antara lain; varietas jambu Semarang, Madura, Lilin (super manis), Apel dan Cincalo (merah dan hijau atau putih) dan Camplong (Bangkalan), Kancing, Mawar (jambu Keraton), Sukaluyu, Baron, Kaget, Rujak, Neem, Lonceng (super lebat), dan Manalagi (tanpa biji).

Teknis Cara Menanam Jambu Air (Euginia aquae.Burn)

Syarat Tumbuh

Seperti pada tanaman umumnya jambu air juga membutuhkan syarat tumbuh dari sudut kesesuaian tempat tumbuh agar subur dan berbuah. tanaman jambu air cocok ditanam dengan tanah subur,gembur dan banyak mengandung bahan organik,mengingikan curah hujannya rendah/kering sekitar 500-3.000 mm/tahun dan musim kemarau lebih dari 4 bulan. Ketinggian Tempat Tanaman jambu air mempunyai daya adaptasi yang cukup besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi mencapai 1.000 m dpl. Kondisi kesesuailan lahan tersebut, maka jambu air akan memberikan kualitas buah yang baik dengan rasa lebih manis.

Perbanyakan Bibit Jambu Air

Perbanyakan bibit dapat dilakukan dengan cara generatif dengan melalui biji dan cara vegetatif dengan mengambil bagian tanaman indukan seperti; sambung pucuk dan cangkok. salah faktor keberhasilan tanaman jambu air cepat berbuah adalah dengan memilih perbanyakan bibit dengan cara vegetatif baik dilakukan teknik sambung pucuk dan cangkok. bibit jambu air yang berasal dari perbanyakan vegetatif membutuhkan waktu 3-4 tahun untuk berbuah,sedangkan bibit berasal biji membutuh 7-10 tahun. Cara perbanyakan tanaman secara vegetatif lebih sering digunakan karena bibit yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan sifat induknya dan tanaman dapat berbuah untuk membedakan bibit hasil vegetatif dengan generatif sangat mudah,apabila sahabat pertanian memperoleh bibit jambu air dengan cara membeli,sahabat cukup melihat hasil sambungan terlihat di bagian batangnya pada bibit jambu airtersebut.

Pengolahan Media Tanam

Kegiatan pengolahan bersifat fleksibel mengikuti luasan media tanam baik ditanam di kebun,lahan pekarangan rumah,ataupun di pot,jarak tanam yang ideal untuk bibit jambu air mengunakan kerapatan tanam 6 x 6 meter atau 8 x 7 meter dengan populasi 278 tanaman/hektar. Untuk memulai pengolahan lahan dapat dimulai dengan membersihkan lahan pekarangan rumah dari rumput liar atau semak belukar agar media tanah menjadi gembur dan rata,dengan mengunakan cangkul (Cara Mekanis).

Teknik Penanaman

Penanaman bibit jambu sangat dianjurkan di pagi hari dan tengah masuk musim penghujan,Hal ini untuk menjaga bibit jambu air,tidak mengalami musim kering yang berakibat pada kematian bibit jambu tersebut. Pembuatan lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm dengan kedalam 40 cm,kemudian menambahkan pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 10-15 kg pupuk kandang/lubang tanam,sebelum bibit jambu air yang berumur 5-6 bulan siap untuk ditanam.  Biarkan selama 1-2 minggu, setelah itu masukan bibit jambu tepat didalam lubang tanam tersebut sejajar dengan permukaan tanah masukan perlahan bibit jambu air secara hati-hati. Selanjutnya tutup lubang dengan lapisan atas dan lapisan bawah kemudian padatkan dan ratakan

Pemupukan Jambu Air

Merupakan kegiatan memberikan unsur hara makro maupun mikro ke dalam tanah,yang dipergunakan tanaman jambu air untuk tumbuh dan berbuah lebat dan cepat,oleh karena itu pemupukan juga menjadi faktor pendukung keberhasilahan jambu air untuk berbuah. Waktu pemupukan yang baik dilakukan diawal musim penghujan,jenis pupuk yang diberikan,pemupukan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketersediaan hara tanah. Jenis pupuk yang digunakan dapat mengunakan pupuk organik (pupuk kandang) maupun pupuk anorganik (pupuk kimiawi). Berikan pupuk NPK sebanyak 500 gram pada saat tanaman memasuki umur 1 tahun,jumlah pupuk diberikan meningkat setiap tahun sesuai dengan umur jambu air tersebut 1 kg NPK pada umur 2 tahun,1,5 kg NPK pada umur 3 tahun,2 kg NPK pada umur 4 tahun. Teknis pemberian pupuk dapat dilakukan dengan teknik rorak (selokan) melingkari tanaman dengan kedalaman 10-15 cm,lingkaran berubah mengikuti pertumbuhan tanaman dan tajuk pohon,kemudian taburkan pupuk secara merata ke rorak dan tutup kembali dengan tanah

Panen Jambu Air

Tanaman jambu air dapat berbuah setelah berumur 3-4 tahun, berbunga sebanyak 2 kali dalam setahun (Juli dan September) dan buahnya masak pada Agustus dan Nopember. Ciri-ciri buah yang dapat dipanen dinilai dari tingkat kematangan berdasarkan warna kulit buah, yaitu hijau muda, hijau tua, hijau sedikit merah hijau- merah dan merah hijau. Keadaan fisik buah juga menjadi kriteria dalam panen yaitu semakin terlihat matang buah yang nampak, maka semakin merah warna kulitnya dan makin besar pula ukuran fisiknya.

Baca Juga Artikel Ini:

author

Leave a reply "Panduan Teknis Menanam Jambu Air (Euginia aquae.Burn) Untuk Pemula"